Sabtu, 11 Oktober 2008

Pempek Pangsit Kuah

Ada varian baru dari makanan asli Palembang , yang saat ini belum terlalu trend yaitu Pempek Pangsit Kuah . Saya sendiri sudah sering makan sejak kecil , dibuat oleh Mama .
Perkiraan saya Pempek Pangsit ini awalnya di ilhami dari Pangsit Bakmi yang banyak beredar di Kota Palembang . Berbeda dengan Pangsit Bakmi , Kulit Pangsit Bakmi dibuat dari adonan tepung dan telor dan bagian dalam ( umumnya ) berisi daging babi cincang atau yang halal pakai daging ayam , sedangkan Kulit Pempek Pangsit dibuat dari adonan daging Ikan Kutak ( sejenis ikan Belida ) dan bagian dalam berisi daging ayam + udang di cincang . Jadi Pempek Pangsit merupakan makanan halal untuk masyarakat muslim .
Yang sering saya sesalkan adalah kuah Pempek Pangsit . Umumnya yang jual tidak mau repot jadi Kuah-nya sama dengan Kuah Tekwan , padahal biasanya yang saya makan kuah Pempek Pangsit itu dibuat khusus dengan menggunakan campuran kepala udang dan tulang ayam . Jadi daging ayam dan daging udang dibuat isi pangsit sedangkan tulang ayam dan kepala udang beserta kakitnya dibuat kuah .
Yang jual juga masih jarang , cuma beberapa tempat seperti Pempek Ek di Depan MDP Dempo dan Pempek Ek di sebelah Apotik Mandiri Dempo . Juga katanya ada di toko Yulia tapi dijual dalam paket-an .
Kalau di dua tempat toko Pempek Ek , rasanya tidak terlalu berbeda . Kulitnya terasa lebih menonjol dari isi nya , mungkin karena kulitnya agak tebal .
Kalau yang paket-an kelihatan juga hampir sama kecuali adonan kuahnya lebih spesifik untuk Pempek Pangsit .
Tapi perlu saya ingatkan dulu bahwa harga Pempek Pangsit ini umumnya diatas harga Tekwan , jadi jangan kaget kalau 1 porsi isi 6 buah pangsit harganya sekitar 15 ribu

Makan sore - 2 orang - makan pempek + pangsit kuah sekitar Rp. 50.000,-

Tidak ada komentar: